Wawancara UMKM 2
Nama: Ludya Desta Sekteubun
Nim: Q1A124006
Kelas: ITP A 2024
Dosen Pembimbing: Dr. Dhian Herdiansyah, S.Pd, M.Pd
https://youtu.be/P1oR7C5Ox1A?si=jUGnwx_ziDGvHwVz
Abstrak
Studi kasus kali ini mewawancarai usaha UMKM di depan gereja dan samping rumah sakit Santa Anna, yang bernama," Family Mart" oleh Bu Deta. Beliau menjual dengan omset perhari sebesar 200k.
Pendahuluan
Pengertian UMKM
UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah . Ini Merujuk pada usaha produktif yang dimiliki oleh individu atau badan usaha dengan kriteria tertentu berdasarkan aset dan omzet.
Kriteria UMKM :
Usaha Mikro : Aset maksimal Rp 50 juta dan omzet maksimal Rp 300 juta.
Usaha Kecil : Aset antara Rp 50 juta hingga Rp 500 juta, omzet antara Rp 300 juta hingga Rp 2,5 miliar.
Usaha Menengah : Aset antara Rp 500 juta hingga Rp 10 miliar, omzet antara Rp 2,5 miliar hingga Rp 50 miliar.
Metodologi
Hasil yang diambil dari wawancara dengan Pak Anto, sebagai pemilik usaha tersebut yaitu meliputi omset penjualan dan juga motivasi berjualannya.
Hasil dan Pembahasan
Usaha ini sudah di lakukan oleh Bu Deta sejak 2017. Beliau mendapatkan hasil penjualan 300-500k/hari. Lokasi jual pak Anto sangat strategis karena berada di depan gereja dan di samping rumah sakit dan juga berada tepat di samping jalan raya. Dimana jika sudah jam waktunya pulang, maka warung tersebut akan ramai. Motivasi Bu Deta berjualan yaitu untuk masa depan dan juga biaya hidup tua
Kesimpulan
Kesimpulan berjualan menunjukkan bahwa membuka warung cemilan dapat menjadi peluang usaha menguntungkan dengan modal awal relatif rendah dan potensi keuntungan tinggi. Namun, perlu mempertimbangkan kekurangan seperti persaingan pasar ketat dan ketergantungan pada lokasi strategis. Untuk sukses, penting melakukan riset pasar, perencanaan keuangan, pemilihan produk unik dan berkualitas, serta fokus pada pelayanan pelanggan. Dengan perencanaan matang dan eksekusi tepat, warung cemilan dapat menjadi usaha yang berkembang dan menguntungkan.
Komentar
Posting Komentar